$0D
Showing posts with label TARBIYAH. Show all posts
Showing posts with label TARBIYAH. Show all posts

28.10.11

ISRA BERSAMA RASULULLAH SAW KE LANGIT YANG PALING TINGGI

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya dari Anas Ibnu Malik bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Didatangkan untukku Buraq yang merupakan hewan putih, panjangnya diatas himar dan dibawah bagal, kukunya berada di akhir ujungnya. Beliau bersabda, `Aku segera menunggainya hingga tiba di Baitul Maqdis.' Beliau bersabda, `Lalu ia mengikatnya dengan tali (rantai)  yang biasa dipakai oleh para nabi untuk mengikat.' Beliau melanjutkan, `Kemudian aku memasuki masjid (Baitul Maqdis) dan mendirikan shalat dua rakaat. Setelah itu, aku keluar. Lalu Malaikat Jibril a.s. mendatangiku dan menyodorkan dua buah gelas yang satu berisi khamar dan lainnya berisi susu. Aku memilih gelas yang berisi susu dan Jibril a.s. berkata, `Engkau telah memilih kesucian.'

Kemudian ia naik bersamaku ke langit yang pertama. Jibril meminta dibukakan pintu. Lalu (malaikat penjaga langit pertama) bertanya, `Siapakah kamu.' Jibril a.s. menjawab, `Jibril.' Kemudian ia ditanya lagi, `Siapakah yang besertamu?' Jibril a.s. menjawab, `Muhammad.' Malaikat itu bertanya, `Apakah kamu diutus?' Jibril menjawab, `Ya, aku diutus.' Lalu pintu langit dibukakan untuk kami. Ternyata aku bertemu dengan Nabi Adam a.s. Ia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Setelah itu Jibril a.s. naik bersamaku kelangit yang kedua dan meminta dibukakan pintu. Lalu pintu langit kedua dibukakan untuk kami. Di sana aku bertemu dengan dua putra paman Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria a.s., keduanya menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Lalu Jibril a.s. naik bersamaku ke langit yang ketiga dan meminta dibukakan pintu langit ketiga. Lalu pintu langit ketiga dibukakan untuk kami. Di sana aku bertemu dengan Yusuf a.s. yang telah dianugerahi sebagian nikmat ketampanan. Ia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Kemudian Jibril a.s. naik bersamaku kelangit keempat dan meminta dibukakan pintu langit keempat. Lalu pintu langit keempat dibukakan untuk kami. Di sana aku bertemu dengan Idris a.s. yang menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah SWT berfirman, `Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.'

Setelah itu Jibril a.s. kembali naik bersamaku kelangit yang kelima dan meminta dibukakan pintu langit kelima. Lalu ia membukakan pintu langit yang kelima untuk kami, Di sana aku bertemu dengan Harun a.s. yang menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Malaikat Jibril a.s. kembali naik bersamaku ke langit yang keenam dan meminta dibukakan pintu untuk kami. Lalu ia membukakan pintu keenam untuk kami. Di sana aku bertemu dengan Musa a.s. yang menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Lalu Jibril a.s. naik lagi bersamaku ke langit yang ketujuh dan meminta dibukakan pintu langit ketujuh. Kemudian malaikat penjaga pintu langit ketujuh membukakan pintu untuk kami. Di sana aku bertemu dengan Ibrahim a.s. yang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma'mur yang setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat dan tidak kembali kepadanya -sebelum menyelesaikan urusannya.

Setelah itu, ia pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata, daun-daunnya sebesar kuping gajah dan buah-buahannya menyerupai buah anggur. Begitu perintah Allah SWT menyelubunginya dan menyelubungi apa-apa yang akan diselubungi, ia segera berubah. Tidak ada seorang makhluk Allah pun yang mampu menyifati keindahan dan keelokannya. Lalu Allah Maha Agung mewahyukan apa-apa yang akan diwahyukan-Nya kepadaku dan mewajibkanku untuk mendirikan shalat lima puluh kali setiap hari sehari semalam. Setelah itu, aku turun menemui Musa a.s.. Ia bertanya kepadaku, `Apakah gerangan yang telah diwajibkan Allah SWT atas umatmu.' Aku menjawab,' Mendirikan shalat sebanyak lima puluh kali.' Kemudian ia berkata, `Kembalilah kepada Rabb-mu dan mohonlah kepada-Nya keringanan. Sesungguhnya umatmu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Sesungguhnya aku telah berpengalaman mencobanya kepada Bani Israel.' Beliau melanjutkan sabdanya, `Kemudian aku kembali kepada Rabb-ku dan memohon, `Wahai Rabb, berikanlah keringan untuk umatku.' Dan Ia mengurangi menjadi lima kali. Setelah itu, aku kembali menemui Musa a.s. dan kukatakan kepadanya, `Ia telah mengurangi menjadi lima kali.' Namun Musa a.s. kembali berkata, `Sesungguhnya umatmu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu. Karena itu kembalilah kepada Rabb-mu dan mohonlah keringanan.' Lalu aku bolak-balik bertemu antara Rabb-ku Yang Maha Tinggi dengan Musa a.s.. Lalu Dia berfirman, `Wahai Muhammad, sesungguhnya kelima shalat itu dilaksanakan setiap sehari semalam. Setiap shalat dihitung sepuluh yang berarti berjumlah lima puluh shalat. Barang siapa yang ingin melakukan suatu kebaikan kemudian tidak melaksanakannya, maka Ku-tuliskan untuknya satu kebaikan. Dan jika ia mengerjakannya, maka Ku-tuliskan untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa ingin melakukan kejelekan kemudian tidak melakukannya, maka Aku tidak menulis apa-apa padanya. Dan jika ia mengerjakannya, maka Aku menuliskannya satu kejelekan.' Beliau kembali melanjutkan sabdanya, `Lalu aku turun hingga sampai kepada Musa a.s. dan memberitahukan hal tersebut. Musa a.s. berkata, `Kembalilah kepada Rabb-mu dan memohonlah keringanan.' Saat itu Rasulullah saw. bersabda, `Aku katakan kepadanya, `Aku telah berulang kali kembali kepada Rabb-ku hingga aku merasa malu kepada-Nya.'"

HARI SABTUNYA ORANG YAHUDI

Dan tanyakanlah kepada Bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa". Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang lalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina". Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).  (Al-A'Raaf: 63-68)

Kisah ini menceritakan tentang sebuah desa orang-orang Yahudi yang terletak di pesisir lautan, yaitu sebuah desa pesisir di antara desa-desa yang mereka diami. Orang-orang Yahudi setempat telah diperintahkan Allah untuk tidak berburu dan menangkap ikan pada hari Sabtu dan mereka dibolehkan untuk menangkap pada hari-hari lain dalam sepekan.

Allah telah menguji mereka dengan kewajiban ini, di mana ikan-ikan itu menjauhi mereka dan jarang ditemui pada hari-hari dibolehkannya menangkap ikan, sementara pada hari Sabtu ikan-ikan itu justru banyak mendatangi mereka dengan terapung-apung di sekitar mereka.

Setan pun membisiki hati sekelompok orang dari penduduk desa dan membujuk mereka untuk menangkap ikan. Akan tetapi, bagaimana caranya mereka dapat mengelak dari perintah Allah tersebut? Setan menunjukkan alibi, cara tipu daya, serta membimbing mereka kiat agar dapat menangkap ikan pada hari Sabtu.

Penduduk desa itu terbagi menjadi dua kelompok dalam menghadapi kelompok yang melanggar batas tersebut. Kelompok pertama adalah orang-orang saleh dari para dai yang menjalankan kewajiban mereka dalam dakwah dan memprotes orang-orang yang mengakali perintah-perintah Allah dengan berbagai alibi, pelanggaran, dan perburuan mereka pada hari Sabtu.

Kelompok kedua adalah orang-orang yang berdiam diri, yang diam melihat pelanggaran orang-orang yang melampaui batas, dan mereka justru melontarkan celaan dan penentangan terhadap orang-orang saleh yang berdakwah, dengan alasan bahwa tidak ada manfaatnya menasihati dan memperingatkan sekelompok orang yang memang sudah sepantasnya binasa dan akan mendapat azab.

Orang-orang saleh itu menjelaskan kepada orang-orang yang mencela mereka dan mendiamkan kemungkaran itu bahwa mereka memprotes kemungkaran itu dengan tujuan melepaskan tanggung jawab di hadapan Allah dan demi menunaikan kewajiban serta agar mereka mau bertakwa.

Ketika azab Allah menimpa orang-orang yang melampaui batas itu, maka Allah mengubah wujud mereka menjadi monyet-monyet hina. Perubahan bentuk wujud itu memang terjadi sesungguhnya. Tidak lama setelah berubah wujud menjadi monyet yang tidak mempunyai keturunan, mereka akhirnya mati.

Allah menyelamatkan orang-orang saleh para dai itu. Sementara itu, Al-Quran tidak menjelaskan nasib orang-orang yang diam, barangkali karena mereka tidak berarti dan hina di mata Allah. Karena mereka tidak disebutkan bersama orang-orang yang selamat maka tampaknya mereka termasuk orang-orang yang binasa dan terkutuk.

27.10.11

Anaximenes of Miletus

Anaximenes  of Miletus, Ia jelas muncul setelah Anaximender dan sudah dewasa sebelum tahun 494 SM, karena waktu itu Miletus digempur oleh bangsa Persia yang berupaya memadamkan pemberontakan orang-orang Ionia.
Menurutnya, Substansi asali adalah udara. Jiwa adalah udara, api adalah  udara yang encer, dan jika di padatkan lagi, menjadi tanah, dan akhirnya menjadi batu. Arti penting dari teori ini adalah membuat perbedaan antara berbagai kuantitas substansi, yang sepenuhnya tergantung kepada tingkat kepadatannya.
Ia juga berpendapat bahwa Bumi itu berbentuk seperti meja bundar, dan bahwa udara melingkupi segala sesuatu:” sebagaimana jiwa kita, yang tak lain adalah udara, mempersatukan kita bersama, demikian pula napas dan udara melingkupi seluruh dunia. “dikesankan disini bahwa duina pun bernapas.
Ia memberikan pengaruh penting pada Pythagoras dan banyak pemikiran spekulatif selanjutnya. Kaum Pythagorean sudah berpendapat bahwa bumi berbentuk bola, namun kaum atomis tetpa menganut pandangan Anaximenes bahwa bumi berbentuk seperti piringan .
Madzhab Milesian (Thales, Anaximender, Anaximenes) penting bukan karena apa yang telah ia capai namun karena apa yang diupayakan. Kemunculannya didorong oleh kontak antara pemikiran Yunani dengan Babilonia dan Mesir.
 

all about making money in twitter,blogger and internet

26.10.11

RPP (BERKARAKTER)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (3)

SMP/MTs                    : SMPN .........................
Mata Pelajaran             : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester            : VII / 1
Alokasi Waktu             : 2 x 40 menit ( 2 x pertemuan)

 


A. Standar Kompetensi
2.          Memahami Asmaul Husna

B. Kompetensi Dasar
3.1.  Menyebutkan arti ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sepuluh Asma’ul Husna
            3.2.  Mengamalkan isi kandungan sepuluh Asma’ul Husna

C. Indikator
1.          Menjelaskan pengertian Asmaul Husna
2.          Menyebutkan 10 Asmaul Husna
3.          Mengartikan 10 Asmaul Husna
4.          Menunjukkan, membaca, mengartikan dan menghafal ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Asmaul Husna.
5.          Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran      : Peserta Didik dapat
1.          Menjelaskan pengertian Asmaul Husna
2.          Menyebutkan 10 Asmaul Husna
3.          Mengartikan 10 Asmaul Husna
4.          Menunjukkan, membaca, mengartikan dan menghafal ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Asmaul Husna.
5.          Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari.

E. Materi Pokok                    : Sepuluh Asma’ul Husna

F. Strategi Pembelajaran
     Pertemuan pertama
No
Kegiatan
Waktu
Metode
1
Pendahuluan
a. Melaksanakan appersepsi. ( Religius, Disiplin & Antusias )
a.         Menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dalam kegiatan pembelajaran  (tanggung jawab )
c.   Tadarus dan melafalkan Asmaul Husna
10 menit

- Pemodelan
2
Kegiatan Inti
a.       Peserta Didik membaca dan memahami materi Asma’ul Husna ( Kerja keras , Ingin tahu  )
b.      Peserta Didik membaca dalil naqli yang berkaitan dengan Asma’ul Husna secara bersama-sama. (Kerja sama, Kritis, )
c.       Peserta Didik mendemonstrasikan kemampuannya untuk membaca dalil tentang Asma’ul Husna secara individu. ( Mandiri, Teliti, Komuikatif)
d.      Peserta Didik berdiskusi tentang Asma’ul Husna secara kelompok.( Kerja sama, Toleransi ,Demokratis, Mandiri )
e.       Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan ditanggapi oleh kelompok lain. ( Toleransi, mandiri, tanggung jawab)
f.        Guru memberikan penjelasan dan kesimpulan dari hasil diskusi Peserta Didik. ( Tanggung jawab kreatif )
g.      Guru memberikan penilaian kepada masing-masing kelompok. ( Menghargai prestasi, Jujur )

60 menit

- Inquirry



- Inquirry




- Ceramah
- Penilaian proses dan produk
3
Penutup
a.       Mengadakan refleksi ( Religius )
b.      Memberikan tugas kepada Peserta Didik untuk menyalin 99 Asmaul Husna ( Kerja keras, mandiri )
10 menit

- Klarifikasi
- Penugasan

Pertemuan Kedua
No
Kegiatan
Waktu
Metode
1
Pendahuluan
a.       Melaksanakan appersepsi. ( Religius, komunikatif )
b.      Menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dalam kegiatan pembelajara. (Tanggung jawab)
c.        Tadarus (Religius, gemar membaca)
10 menit

-  Pemodelan
2
Kegiatan Inti
a.      Peserta Didik menghafal dalil tentang Asmaul Husna secara bersama-sama. ( Kerja keras, Ingin tahu,  )
b.      Peserta Didik menghafal dalil tentang Asmaul Husna secara individu dan dinilai oleh kelompoknya masing-masing. (Kerja keras, Ingin tahu, Jujur)
c.       Peserta Didik melaporkan hasil penilaian kepada guru. (Jujur, tanggung jawab)
d.      Guru memberikan penjelasan dan kesimpulan dari hasil hafalan Peserta Didik (Tanggung jawab, jujur )
e.       Guru memberikan penilaian kepada masing-masing kelompok.(Menghargai prestasi, Jujur, tanggung jawab)  
60 menit

- Performance

- Unjuk kerja



- Ceramah

- Penilaian proses
3
Penutup
a. Mengadakan refleksi. (Religius )
b. Memberikan tugas kepada Peserta Didik untuk menyalin dalil tentang Asma’ul Husna.
    ( Religius, Tanggung jawab, mandiri)
10 menit

- Klarifikasi
- Penugasan
           
G. Sumber Belajar    :           1.  Buku Asmaul Husna
                                                2.  Buku PAI Kelas VII
H. Penilaian               :
a.                               Jenis tagihan    :           1.  Ulangan harian
                                          2.  Tugas

b.                              Tehnik             :           1.  Tes tulis dan tes lisan
                                          2.  Tugas individu

c.                               Bentuk Instrumen       1.  Uraian dan hafalan
2.      Portopolio.

d.                              Soal ulangan    :           1.   Jelaskan pengertian Asmaul Husna
2.      Apa arti Al Aziz dan Al Wahhab
3.      Apa arti Al Qowiyyu dan Al Hadi
4.      Apa arti “Innaka Antal Wahhab”
5.      Apa arti ”Wahuwal Fattahul ’Aliim ”

e.                               Tugas               :           1.   Menyalin 99 nama Alah yang baik (Asma’ul Husna)
2.      Menyalin dalil yang berkaitan dengan Asmaul Husna








            Mengetahui,
            Kepala Sekolah





               ..................................................
               NIP.
 Surabaya,

Guru PAI,





                                ......................................
                               NIP.


Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner

 
Design by ABDUL QOHWAH | KOPLAK FAMILY